10 Sikap Buruk di Kantor Yang Dapat Menghancurkan Karirmu

Share Yuk!

Bukan cuma soal performa, seorang karyawan perusahaan juga dinilai dari sikapnya sehari-hari. Pada akhirnya, sikap buruk di kantor yang dilakukan terus-menerus akan berkembang menjadi sebuah kebiasaan yang mengganggu kinerja, produktivitas, bahkan motivasi bekerja. Pada beberapa kasus, bisa jadi kebiasaan buruk itu harus dibayar mahal dengan kehilangan pekerjaan. Nah, bagi kamu yang ingin tetap berkarier dengan cemerlang, inilah sepuluh kebiasaan buruk yang harus sedini mungkin kamu hindari.

Datang Terlambat

Tunjukkan komitmen dan keseriusanmu bekerja dengan tidak datang terlambat ke kantor atau saat harus kembali setelah makan siang. Ingatlah, disengaja maupun tidak, sebuah keterlambatan tidak akan memberi manfaat apa-apa, selain citra negatifmu sebagai orang yang terlalu santai, tidak peduli, dan cenderung menyepelekan kontrak kerja.

Suka Menunda-nunda pekerjaan

Apakah kamu termasuk orang yang suka menunda-nunda pekerjaan dan memilih menyelesaikannya ketika tenggat waktu sudah dekat? Bila ya, hentikan kebiasaan itu mulai dari sekarang!

Tidak hanya akan memengaruhi citramu di hadapan orang lain, penundaan juga akan merugikan dirimu sendiri. Bayangkan, jika kamu bekerja dalam sebuah tim dan menjadi salah satu orang yang gemar menunda pekerjaan. Selesai atau tidaknya pekerjaan—bahkan seluruh kerja tim—akan bergantung penuh padamu. Lebih parahnya, bila proyek itu gagal, kamu tentu akan menjadi satu-satunya orang yang (wajib) disalahkan.

Tidak ada manfaat yang bisa diambil dari menunda-nunda pekerjaan. Pilihannya hanya ada dua: pekerjaan tak selesai, atau mungkin… selesai dengan hasil tak maksimal.

Bergosip

Akan selalu ada orang yang gemar bergosip di kantor. Bila kamu salah satunya, maka hentikanlah. Namun bila tidak, segera jauhi rekan kerja yang gemar bergosip.

Bukan hanya berisiko menebar fitnah atau kabar burung, bergosip menjadikan waktumu menjadi tidak efektif. Lebih buruk lagi, ikut bergosip atau cuma mendengarkan—sama-sama mencitrakan perilaku yang negatif. Kamu mau, citramu ikut jadi negatif hanya dengan bergabung bersama kelompok gosip?

Berbohong

Ada beragam bentuk kebohongan. Bisa sedari awal dilakukan; misalnya dengan memalsukan identitas—atau dalam kegiatan sehari-hari, seperti memalsukan jam lembur, reimburse, atau memakai fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Apa pun bentuknya, besar maupun kecil, kebiasaan berbohong ini jelas bisa membahayakan kariermu. Tak tanggung-tanggung, risiko paling besarnya bisa berupa pemecatan dengan tidak hormat!

Mengeluh

Apa pun alasannya, jangan pernah merengek atau mengeluh di depan umum, apalagi di depan atasanmu sendiri. Selain mengurangi motivasi dan produktivitasmu bekerja, keluhan yang berlebihan tentu tidaklah enak didengar. Padahal, sudah tugas seorang atasan untuk memastikan timnya bisa memberi kontribusi yang positif.

Selelah atau semuak apapun kamu, simpanlah keluhan itu dalam-dalam. Untuk mengatasinya, kamu bisa menggantinya dengan kata-kata penuh semangat yang mampu memotivasi moodmu bekerja. Namun, bila kamu merasa ada beberapa keluhan yang harus kamu sampaikan, katakanlah secara langsung kepada atasan secara privat. Jangan diungkapkan di depan umum atau di belakang orang yang bersangkutan.

Kecanduan media sosial

Kecanduan media sosial bisa dideteksi dari seberapa sering kamu membuka media sosial dalam satu hari kerja. Bila lebih dari 20 kali dalam sehari, itu berarti: kamu positif kecanduan!

Bukan tanpa sebab, beberapa perusahaan membatasi karyawannya menggunakan media sosial—atau bahkan memblokirnya langsung. Efeknya mungkin belum disadari secara langsung. Tetapi, harus kamu ketahui, membuka media sosial, setidaknya selama sepuluh menit dalam satu jam hanya akan membuat waktumu terbuang dan tak efektif. Belum lagi, fokusmu yang akan terbagi.

Tempramental

Seberapa pun marah, kesal, lelahnya kamu, cobalah untuk tidak mengungkapkannya dengan emosi yang meledak-ledak. Emosi yang tidak terkontrol menandakan bahwa kamu sebetulnya kurang bertanggung jawab dan tidak bisa bekerja di bawah tekanan. Tarik napas dalam-dalam sebelum emosimu melonjak dan marahmu kian menjadi.

Tidak fokus

Kita tahu, pulang terlambat bukanlah satu-satunya indikator mutlak seseorang punya banyak pekerjaan di tempat kerja. Pada beberapa kasus, ada banyak orang yang mudah sekali terpengaruh distraksi. Mereka cenderung menghabiskan waktu mereka untuk memeriksa media sosial, chatting, membaca situs, merokok, membeli makanan, atau justru keasyikan mengobrol.

Ingatlah, waktu jadi terasa sangat berharga ketika kita sudah menghabiskannya dengan hal-hal yang tak berguna. Manfaatkanlah waktumu dengan efektif, sebelum kamu menyesal.

Individualis

Dalam beberapa hal, bekerja secara independen memang baik. Tetapi, hal ini tidak lagi relevan ketika kamu bekerja dalam sebuah kantor yang justru membutuhkan kerja sama tim. Menjadi individualis hanya akan memicu masalah di kantor. Kamu akan kesulitan berkomunikasi, menjalin hubungan sosial, bahkan merugikan diri sendiri ketika harus menyelesaikan masalah tanpa bantuan rekan-rekan kerjamu.

Lupa Mengucapkan “Terima Kasih,” “Tolong,” dan “Maaf”

Apapun kondisinya, ingatlah untuk selalu mengucapkan tiga kata ini. Bukan hanya penting dalam kehidupan sehari-hari, tiga kata ini juga menjadi sangat penting dalam dunia kerja. Mengucapkan kata sederhana seperti “terima kasih” saat diberi bantuan, “maaf” karena berbuat kesalahan, dan “tolong” ketika kita membutuhkan bantuan, bukan hanya akan menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang sportif. Lebih baik lagi, orang lain akan merasa bahwa kamu menghargai mereka. Harus diingat, sebuah penghargaan dan ungkapan baik selalu mendapatkan balasan yang baik pula.

Sadar atau tidak sadar, itulah sepuluh sikap buruk di kantor yang bisa berujung pada kebiasaan yang sulit diubah. Jika kamu memiliki salah satunya, segera sadari dan ubahlah. Sebab, baik atau tidaknya kariermu berjalan, seluruhnya bergantung penuh padamu.

10 Sikap Buruk di Kantor Yang Dapat Menghancurkan Karirmu
4.97 (99.39%) 33 votes
Share Yuk!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dukung Kami!

Membuat konten bagus tidak mudah

Jika kamu suka informasi di website ini mohon dukungannya dengan like button di bawah ini!